Jangan Takut Jadi pengusaha (part 2)


Menemukan Kekuatan Tersembunyi Di Dalam Diri Anda

Page 2
                          “Bila kerja itu adalah sesuatu yang disukai,
                                          Hidup akan bahagia
                           Bila kerja itu hanya sekedar kewajiban,
                                Hidup adalah suatu perbudakan
                                              (Maxim Gorky)

          Seekor  anak  angsa  yang di besarkan di dalam lingkungan keluarga itik mendapatkan perlakuan tidak wajar dari “saudaranya”, karena dianggap aneh tidak serupa dengan mereka. Cerita fable  “Angsa si Buruk Rupa”  memberikan inspirasi kepada saya,  bahwa banyak orang  yang tidak menyadari  adanya kekuatan  tersembunyi  di dalam dirinya,karena ia berada pada lingkungan  pergaulan  yang  salah.  Angsa  yang  cantik  dianggap  buruk  rupa  oleh  kalangan itik, sehingga  ia  merasa tidak berguna  di lingkungan tersebut. Dengan alasan itu pulalah sang Angsa pergi,dan kebetulan kemudian bertemu dengan habitatnya, lingkungan angsa,yang bisa menghargai  kelebihannya. Ia pun menjadi  angsa  yang anggun, berkat  perlakuan yang belum pernah diterimanya sebelum ini.




       Di  lingkungan  yang  positif,  semua  energy  yang  bergerak  akan  merangsang pengaktifan kekuatan  diri   seseorang  untuk  menjadi   petarung  sejati  yang  berpeluang  menang.  Setiap petarung unggul tidak takut mati,karena ia telah mempersiapkan diri secara matang jauh-jauh sebelumnya.  Situasi  kehidupan  mendorongnya  untuk  merenungkan tujuan hidup, kemudian terinspirasi  untuk  menggali  lebih  jauh  siapa  dirinya.  Dengan  mengenal diri sendiri ,ia dapat berubah menjadi lebih baik agar siap bertindak menghadapi kenyataan hidup.

A.      Darimana Sukses Itu Datang ?

             Mengapa  seseorang  itu  bisa sukses,  sedangkan  temannya  dengan latar belakang keluarga dan sekolah yang hampir sama,malah gagal dalam hidupnya? “Oh itu masalah keberuntungan”, kata orang  pada  umumnya.  Memang  selama  ini  banyak  orang  menganggap  bahwa  sukses  itu  suatu misteri, sering berupa keberuntungan (luck) yang tergantung pada nasib baik, bakat dan relasi. Kalau dibaca  cerita  kehidupan  George Soros, pialang  kondang  yang menggoyang moneter dunia,seperti yang diceritakan  Robert Slate  penulis buku  Soros  (edisi bahasa Indonesia diterbitkan oleh penerbit Profesional  Book, 1997 ),  ternyata   keberhasilannya   ditentukan  oleh  pola  pikir  ( falsafah hidup ), strategi,metode dan taktik yang meninggalkan teori ekonomi tradisional dan menyadari situasi pasar yang bergejolak.

       Setelah mengalami masa berat sebagai Yahudi yang di buru Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua,  dalam  umur  17  tahun  Soros  meninggalkan  Hongaria (tanah kelahirannya) dengan bekal uang  hanya  cukup   untuk  perjalanannya   sampai  ke  London,  Inggris.  Dia  sendirian  dan  boleh dikatakan  tidak  mempunyai  uang  sama  sekali. Sambil duduk di kedai kopi, ia memikirkan dirinya dengan sedikit rasa geli. “Disinilah aku berada. Aku sudah sampai ke dasar. Bukankah ini perasaan yang hebat? Hanya satu jalan untuk ditempuh”, katanya. Berusaha agar bisa tetap hidup (survive), ternyata menjadi motivasi untuk mengubah nasib.

          Ada pula yang melihat dari  peluang (opportunities) dan usaha keras (effort). Edward de Bono, penulis buku dan pelatih kondang dengan konsep Lateral Thinking, mewawancarai sejumlah tokoh terkemuka  dari  berbagai bidang  untuk  mengetahui karakteristik  gaya sukses yang menjadi unsur  utama penggerak dorongan  berprestasi  mereka. Sebelumnya  riset  manajemen  telah menunjukan  bahwa  sebenarnya keberuntungan  dan  peluang itu  bersebab  dari  cara  berpikir  seseorang  yang menentukan tindakannya.

           Temuan de Bono memperkuat hasil riset tersebut,bahwa karakter sukses itu lebih banyak ber-sebab dari dalam diri sendiri.

1.       Yakin diri

  Faktor  ego  yang  ingin  menunjukan  kelebihan  dari  kemampuan dirinya sendiri dibandingkan dengan orang lain.

2.       Semangat kerja dan arah sasaran yang jelas, sesuai dengan kemampuan

Fokus pada bidang spesialisasi yang ditekuninya sebagai ungkapan jalan profesinya

3.       Kerja keras dengan sungguh-sungguh

   Mempunyai energy yang tinggi untuk melaksanakan suatu program kerja yang rasional, sehingga dapat dilaksanakan dengan baik.

4.       Mengacu pada prioritas utama

  Memilih program dengan menyadari harus diselesaikan segera (sense of urgency)  dengan hasil yang menguntungkan (result oriented), sehingga program tersebut mempunyai tingkat efisiensi tinggi.

5.       Ketabahan dan konsistensi

    Mempunyai daya tahan menghadapi tantangan dan konsisten pada sasaran utama.

6.       Kemampuan mengatasi kegagalan dan bisa bangkit kembali

     Kegigihan yang tinggi, menunjukan kualitas professional yang gagah berani dan pantang menyerah.


  Apabila sukses atau gagal itu tergantung dari kualitas berpikir seseorang, bagaimana karakter yang diperlukan seorang wirausaha untuk sukses? Banyak penelitian yang dilakukan Lembaga Pengembangan  Jiwa  Wirausaha  di  Amerika  Serikat  dan  Negara  lain difokuskan  pada  dua kelompok yang berbeda,yaitu pada mereka yang memulai usahanya dan lainnya pada mereka yang sudah sukses.

    Ada  yang memulai usahanya  dengan  sukses, tetapi  setelah mulai besar  mereka mengalami masalah dan berakhir dengan bangkrut. Ada pula yang baru sukses setelah mengulangi dua atau tiga  kali  berusaha.    Karakter  paling  dominan   untuk  sukses  mereka  yang   memulai   usaha sendiri,pada umumnya merasa bahwa mereka mempunyai kemampuan lebih dan percaya diri tinggi. Mereka berani mempertaruhkan uang dan waktunya dalam investasi usaha baru, karena sangat yakin  akan berhasil.  Mereka  mempunyai  otoritas  untuk  memimpin  orang  lain  untuk membuat suatu program berjalan dengan baik, adalah ketrampilan yang terbina dari lingkungan keluarga,pendidikan ataupun pengalaman kerja.


B.      Mengenal Diri Sendiri

    Masih banyak orang yang berpendapat bahwa kondisi hidupnya sebagai suatu nasib yang harus diterima tanpa usaha untuk mengubahnya. Anggapan tersebut muncul karena mereka tidak menyadari siapa dirinya (low self awareness) yang mempunyai potensi terpendam tidak teraktifkan sebagai potensi diri yang dibwa sejak lahir.

    Banyak  cerita  sukses  seseorang  dimulai  dari  pengenalan  diri  sendiri,  menyadari adanya kemampuan  terpendam  yang  bisa  dibangkitkan  menjadi  kinerja  positif  sebagai  kekuatan penggerak   ( driving force )   mengejar  sukses.   Kekuatan  penggerak  itu  adalah  yakin  akan kemampuan diri tersebut. Disamping itu,kita juga mempunyai kelemahan diri yang sebenarnya menjadi factor penyeimbang, sebagai rem penyelamat agar tidak terlalu yakin akan kemampuan diri secara berlebihan (over self confidence).

     Menyadari  kelemahan  itu  pulalah  seseorang  mau  memperbaiki  diri  agar  menjadi  lebih optimal.  Mau  bekerjasama  dengan  orang  lain  untuk  saling  mengisi  sisi-sisi  lemah  mereka, sehingga dapat menampilkan sisi-sisi kuat agar menjadi lebih efektif. Mengubah kelemahan diri menjadi kelebihan baru adalah kunci sukses para juara.

C.      Seseorang Terbentuk Oleh Pola Pikirnya

    Hasil riset Paul T.Costa dan Robert Mc.Crae menunjukan bahwa : “Orang boleh bertambah usia, tetapi  sebenarnya  yang  berubah   hanya  perilaku,  yang  terjadi  karena  berubahnya kesehatan,  tanggung-jawab  dan lingkungan”  (Sumber : Tempo,9 Januari 1988).  Diketahui akhirnya bahwa usia pengembangan diri menjelang 25 tahun adalah masa-masa kritis yang menentukan seseorang itu akan sukses atau gagal nantinya.

    Kepribadian  dasar  yang  terbentuk  dari pola piker sseorang itu berwujud sebagai tingkat kecemasan,  keakraban   ( friendliness )  dalam  pergaulan  dan  gairah   untuk   memperoleh pengalaman baru.Sedangkan unsur-unsur yang berubah adalah rasa keterasingan,moral dan tingkat kepuasan.
    
      Dari unsur-unsur  yang  berubah  inilah seseorang bisa melihat dirinya sendiri dan perubahan kehidupannya. Ada orang yang mudah menyesuaikan diri dengan perkembangan, ada pula yang tetap  mempertahankan  kondisinya  yang  semula, walaupun  ia  tahu  bahwa  hal  itu justru bisa merugikannya.

       Sebelumnya Eugene O’Neil mengatakan; “Tak seorangpun dari kita yang dapat mengubah apa  yang  sudah  dilakukan  oleh  kehidupan  terhadap diri  sendiri. Semua terjadi sebelum kita menyadari  pengaruhnya  dan  membuat  kita mengerjakan  hal-hal  yang  sebenarnya kita tidak tahu mengapa  hal itu dikerjakan, sampai kita berada di antara apa  yang kita  inginkan  dan  apa yang kita dapatkan. Kita menyadari hal itu setelah kita kehilangan jati diri yang sejati”.

        Pemahaman O’Neil melalui perenungannya itu tampak hampir sama dengan temuan Costa dan McCrae melalui penelitian lapangan selama 10 tahun. Laporan itu sebelumnya merontokan teori  Sigmun Freaud  yang menganggap  semua tindakan seseorang  itu berawal  dari  keinginan nafsu syahwat (libido) semata. Tetapi hasil temuan Costa dan Mac Crae itu  pun belum final.

        Dengan memahami  gaya manajemen yang  sudah terbentuk,  kita dapat mengoptimalkan pola kerja  untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Setelah itu, mengubah unsur-unsur yang bisa diubah justru yang menjadi penentu kesuksesan seseorang dalam karir dan kehidupannya. Faktor itu adalah segi emosional yang dapat dikendalikan sehingga ia dapat tabah menghadapi kesulitan.   Kemampuan  mengelola  emosi  memang  pada  akhirnya  merupakan  penentu keberhasilan seorang pengusaha! Kekuatan mengelola emosi secara positif, pantang menyerah atau tak mudah putus asa, tetap bersemangat menghadapi berbagai tantangan, dan sebagainya, sangat penting untuk mendukung jiwa wirausaha.

D.      Menetapkan Kembali Tujuan Hidup Untuk Mengubah Nasib

    Pada dasarnya, hidup ini adalah rangkaian konsekuensi logis dari pilihan-pilihan yang kita ambil sendiri, atau dipilihkan oleh orang lain. Seperti kata pepatah, apa yang kita panen sekarang adalah apa yang kita tanam sebelumnya. Maka sukses atau gagal adalah konsekuensi logis dari perbuatan kita sebelumnya. Hanya mereka yang mempersiapkan diri dengan cermat sajalah yang bisa berpeluang lebih besar untuk meraih sukses. Karena itu,mulailah menetapkan tujuan hidup yang menjadi tujuan hidup yang menjadi impian kita

E.       Membuat Skenario Hidup Yang Realistis

    Perencanaan  strategis  adalah melakukan sesuatu  (misi)  untuk tujuan tertentu  (visi), yang memerlukan cara bagaimana melaksanakannya (strategi) yang tergambar jelas dalam pikiran-nya. Pandangan hidup itulah yang menuntunnya pada setiap tindakan yang diambilnya dengan pasti. Hal itu pulalah yang membuat ia berbeda dengan orang lain dari segi motivasi (cara me –layani orang lain) dan hasil kerjanya (mutu produk).

     Suatu cerita sufi yang menjelaskan pengertian mengenai visi, adalah sebagai berikut: Konon di ceritakan, pada suatu hari seorang pejabat terkenal mendatangi tiga orang tukang batu yang sedang bekerja menyelesaikan suatu proyek bangunan megah. Ia bertanya kepada tukang batu pertama:

    “Apa yang sedang engkau kerjakan itu, wahai tukang batu
Oh,saya sedang memasang batu,” jawab tukang batu pertama itu. Pertanyaan yang sama di- ajukan kepada tukang batu kedua,yang dijawab
  “saya sedang bekerja untuk mendapatkan upah agar dapat memenuhi kebutuhan hidup saya.” Tukang batu terakhir dengan penuh keyakinan menjawab
   “Saya ikut dalam suatu proyek yang sedang mendirikan sebuah bangunan yang akan menjadi kekaguman banyak orang.”

   Ketiga tukang batu itu melakukan pekerjaan yang sama (misi), tetapi pemahaman mengenai apa  yang  mereka kerjakan (visi)  ternyata berbeda-beda. Tentu saja cara bekerja dan hasilnya akan berbeda pula.

    Nah, kita sama-sama hidup dan menjadi wirausaha dengan visi yang berbeda, sehingga tidak heran  bila ada yang  sukses  dan ada  pula yang gagal. Visi, misi  dan strategi membentuk sikap, perilaku, prestasi dan gaya hidup seseorang yang menentukan kesuksesannya kelak.

     Dengan visi, misi dan strategi yang dikemas dalam sebuah scenario hidup baru sebagai wira-usaha,  Anda mulai mempunyai kegiatan yang  terfokus untuk mengembangkan diri, hidup ber-disiplin  dan  berani menghadapi  tantangan  hidup.  Anda mulai realistis menilai perkembangan dan peka terhadap peluang yang mungkin dikembangkan menjadi program nyata. Bagaikan besi lunak yang sudah terimbas energy listrik  sehingga  bermagnet,  Anda pun sekarang mempunyai kekuatan “magnetis” yang mampu menarik orang lain untuk bersama anda mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.

NEXT PAGE 3

Di edit dari buku Siapa Takut Jadi Pengusaha, Penulis  "  Jackie Ambadar (ceo Lemonade dan Surindo) "

No comments:

Post a Comment