Apa Sebenarnya
Wirausaha itu
Page 1
“Memberi lebih banyak dari
yang
diharapkan seseorang
adalah cara
terbaik untuk
mendapatkan
kembali lebih
banyak dari
yang Anda
harapkan.”
(Robert Half)
A. Pengertian
wirausaha yang beragam
Istilah “Wirausaha” adalah kata ganti dari wiraswata yang sebelumnya pernah popular digunakan digunakan
dari kata “entrepreneur” dari bahasa
Inggris. Padahal istilah entrepreneur itu
sendiri berasal dari bahasa Perancis yang secara harfiah berarti “perantara” (Bahasa Inggrisnya : between-taker
atau go -between). Menurut bahasa Indonesia, enterprenir
, Pengusaha atau usahawan, diartikan sebagai orang yang mengambil resiko untuk
mendapatkan keuntungan.
Istilah ini pertama kali
diperkenalkan oleh Richard Cantillon, ahli
ekonomi perancis keturunan
Irlandia, tahun 1755 yang menyatakan bahwa
entrepreneur sebagai seorang pedagang perantara yang
membeli produk orang lain untuk dijual kembali dengan mengharapkan untung
(economic risk taker). Sedangkan di
Amerika serikat, wirausaha seringkali diartikan sebagai seorang yang memulai bisnis baru,kecil milik sendiri.
Namun, tidak semua bisnis baru dan kecil bersifat wirausaha. pada perusahaan besar pun
mungkin ditemukan kewirausahaan. Misalnya
suami istri yang membuka warung makan di halaman depan rumahnya,apakah bias
disebut sebagai wirausaha walaupun pasti beresiko rugi Karena tidak laku. Bisa ya, bisa pula tidak
tergantung dari visi bisnis itu sendiri. Bila niatnya adalah sekedar coba-coba
mengadu untung, dengan melihat semakin banyaknya orang di daerah kompleks
perumahaan itu yang suka makan di luar rumah, belum bisa disebut sebagai .Wirausaha. Bila suami istri itu juga ingin
usahanya berkembang dengan menciptakan kepuasan Pelanggan, atau mengundang permintaan baru sehingga usaha tersebut menjadi bagian dari hidupnya (bukan lagi sambilan), baru dapat disebut sebagai wirausaha!
B. Kuncinya Adalah Inovasi Mencari Nilai Tambah
Jadi, wirausaha bukan hanya seorang pedagang biasa,atau orang yang
mempunyai perusahaan dan dikenal sebagai pengusaha. Wirausahawan adalah orang
yang berani menjadi usahawan pemula, yang memulai dari “kelas ringan” atau dari
perusahaan kecil dan menengah.
Ia adalah seorang perencana dan pelaksana
bisnis yang mampu mengorganisir dan mengelola sebuah bisnis baru, mengatasi kendala untuk mendapatkan keuntungan serta mampu membawa usahanya berjalan dan berkembang meski tanpa kehadirannya dalam operasional usaha.
Seorang wirausahawan meletakan dasar-dasar usaha dengan sebuah visi
jangka panjang,serta mampu membawa iklim perubahan kedalam budaya perusahaan. Seorang wirausahawan
mempunyai kepekaan khusus terhadap peluang yang diciptakan melalui terobosan inovasi untuk mendapatkan (added value) ekonomis. Ia tak pernah
menunggu peluang muncul, tetapi menciptakan banyak peluang dari pengamatan jeli
terhadap perubahan, yang dapat diterapkan secara sistematis dalam tindakan
nyata berupa bentuk produk atau jasa.
C. Menjadi
Karena Mengalami
Hampir sama dengan ilmu bela diri
dan profesi keterampilan lainnya, wirausaha lebih tepatnya disebut sebagai seni
wirausaha karena memerlukan latihan yang banyak untuk bisa menguasai kiatnya
dengan tepat. Karena itulah muncul anggapan bahwa “ilmu” wirausaha diturunkan sebagai bakat, di- pelajari sejak kecil
dari pengalaman yang dimulai sebagai magang pada perusahaan keluarga. Padahal
banyak juga yang di timba dari pengalaman pernah bekerja pada bidang usaha
tertentu, kemudian menemukan kiat usahanya dan berani memulai usaha sendiri.
Dari banyak kasus orang-orang yang menjadi wirausaha, karena “keberaniannya” untuk mencoba terjadi karena banyak alasan. Apakah itu karena telah terbiasa dengan lingkungan usahanya dari pengalaman keluarga, belajar atau “terpaksa” menjadi wirausaha melalui perjuangan penuh tantangan
menghadapi seleksi alamiah. Apapun alasannya,bila telah “menjadi” atau “melakukan”,
maka seseorang akan berusaha untuk terus belajar dari pengalamannya untuk
menjadi lebih baik.
Cara terbaik untuk memperkecil factor resiko gagal, adalah mempersiapkan
diri lebih awal dengan rencana perusahaan yang realistis agar dapat tetap
berjalan dengan mulus. Diperlukan pengetahuan dan keterampilan mengenai proses
perencanaan perusahaan dalam mengelola pemasukan dan pengeluaran yang bisa
memberikan keuntungan dari investasi tersebut.
Jadi, sebenarnya semua orang punya bakat menjadi wirausaha, tetapi tidak
semua orang menyadari kemampuan terpendam itu di dalam dirinya. Setelah ia
terlibat dalam kegiatan usaha, maka barulah ia sadar bahwa ia mempunyai potensi
tersebut. Pada saat itulah ia membutuhkan kemampuan besar untuk belajar sangat keras membangkitkan kekuatan wirausaha yang belum sepenuhnya teraktifkan. Kalau
tidak, berlakulah hukum besi persaingan,yaitu: hanya yang siap menjadi terbaik sajalah yang berpeluang menang. Untuk
itulah reflek diri terhadap bahaya membuat dirinya berusaha mencari solusi
terbaik agar tetap eksis.
NEXT PAGE 2
Di edit
dari buku Siapa takut jadi pengusaha. penulis
“Jackie Ambadar (ceo lemonade dan surindo)”
No comments:
Post a Comment